Selasa, 02 Maret 2010

Macam-Macam Permainan Pada Anak ADHD

1. Berlari Dalam Ruangan
4-5 anak berlari membentuk lingkaran dan guru kemudian memberi tanda akustik dengan memakai gendang, rebana atau tepuk tangan berirama untuk menghentikan gerakan anak secara tiba-tiba, kemudian anak secepat mungkin harus tengkurap.
• Variasi Permainan:
- Anak-anak kemudian dapat berlari mundur, lalu dihentikan tiba-tiba juga dengan alat musik atau bunyi-bunyian.
- Anak-anak dapat berkeliling dengan melompat atau merayap diiringi musik kaset atau bunyi-bunyian lain,kemudian dihentikan tiba-tiba.

* Materi permainan: Kaset, alat musik, gendang, rebana atau alat musik lain atau segitiga pengaman.

* Keterangan Mengenai Metode Pengajaran:
Pada awal permainan anak-anak masih akan mengalami kesulitan-kesulitan untuk menghentikan gerakan mereka secara mendadak waktu tanda akustik diperdengarkan dan sebagian anak masih tetap berlari terus, tetapi lama kelamaan mereka bisa mengontrol tubuh mereka dengan baik dan memusatkan perhatian mereka pada tanda/aba-aba akustik yang diberikan.

2. Pengenalan Berbagai Bunyi
Macam-macam bunyi seperti anjing menggonggong, ayam berkokok, burung berkicau, suara klakson mobil dll direkam kedalam kaset dan kemudian diperdengarkan kepada sekelompok kecil anak dan setiap anak bergiliran harus menebak bunyi apakah itu.

* Variasi Permainan:
Suara dari guru-guru dan anak-anak dalam kelompok atau dari kelas lain direkam dan kemudian diperdengarkan, lalu anak-anak menebak suara siapakah itu?
• Materi/Alat Permainan:Sebuah tape recorder , alat perekam dan kaset
• Keterangan Mengenai Metode Pengajaran:
Permainan ini menyenangkan, bila dimainkan tidak terlalu lama, karena bila kelamaan anak cepat menjadi bosan dan konsentrasinya bisa terganggu.

3. Bermain dengan Menirukan Tingkah Laku dan Suara Binatang
Sekitar 4-5 anak berkumpul membentuk lingkaran dan duduk diatas matras. Seorang guru berdiri di tengah dengan memakai topi penyihir dan memegang tongkat sihir yang dihias sebelumnya. Satu persatu anak ditutup dengan selimut dan sambil membentangkan tangannya dan tongkat menyentuh kepala anak tsb, sambil berkata „Bim salabim, jadilah gajah“, kemudian selimut diangkat, anak tsb menirukan tingkah laku gajah dan bersuara seperti gajah. Kemudian pindah ke anak lain, melakukan hal yang sama dan berkata:“Bim salabim, jadilah ayam“ dan anak tsb bertingkah laku seperti ayam, sambil memperdengarkan suara ayam berkokok dstnya.

* Variasi Permainan:
Anak-anak juga bisa mengusulkan untuk menjadi binatang kesayangannya seperti anjing, kuda ,burung, kucing dsbnya.

* Materi/Alat Permainan:Matras. Sehelai selimut, topi penyihir dan tongkat sihir yang bisa dibuat sendiri dengan hiasan kertas crep warna-warni.
* Keterangan Mengenai Metode Pengajaran:
Anak-anak yang menjadi berbagai binatang harus bergerak dan mengeluarkan suara-suara sedemikian rupa menurut kemampuan masing-masing anak dalam menirukannya. Dorongan untuk satu variasi mengenai penampilan meniru tingkah laku dan suara satu jenis binatang bagi seorang anak bisa didapat dengan memperhatikan gerak dan gaya anak-anak sebelumnya ataupun gurunya, sebelum tiba gilirannya. Guru wajib menuntun konsentrasi anak agar memperhatikan kelakuan temannya itu, agar dia juga bisa menirukan dengan baik tingkah laku dan suara binatang yang jadi pilihannya.
4. Memperdengarkan Suara Keras dan Suara Lembut
Sekelompok kecil anak terdiri dari 5 atau 6 anak duduk di lantai sambil mengetuk-ngetuk kakinya ke lantai dengan keras, lebih keras dan lebih keras lagi, kemudian beralih ke suara yang lembut, lebih lembut dan lebih lembut lagi, sehingga hampir tidak kedengaran.

* Variasi Permainan:
- Lakukan seperti diatas , bertepuk tangan atau menepuk-nepuk lantai
- Berteriak keras, kemudian lembut, lalu lebih keras dan lebih lembut
- Memukul meja dengan keras dan lembut, lebih keras dan lebih lembut
- Dengan memainkan alat musik, lebih keras dan lebih lembut dstnya
* Materi/Alat Permainan: Meja, kursi, alat musik dan alat bunyi-bunyian lain
* Keterangan Mengenai Metode Pengajaran:
Anak-anak yang pemalu atau takut biasanya susah untuk berteriak atau membuat ribut. Latihan ini justru baik untuk mereka, dan guru tolong membujuk dan memotivasi mereka untuk mau ikut bermain. Permainan ini juga sangat baik dilakukan sebelum menjalankan program mewarnai, menggunting, menempel atau mengenal bentuk-bentuk dll yang memerlukan konsentrasi dan ketenangan. Juga baik dilakukan pada saat kebanyakan anak kelihatan kesal atau susah berkonsentrasi, terutama pada hari Senin setelah berakhir minggu, anak sering kelelahan dan tidak “mood” di Taman Bermain. Anak dapat berteriak keras dan lebih keras lagi untuk menyalurkan agresifitasnya dan kemudian akan terlihat lebih santai.
* Variasi Permainan Lain:

Guru membisikkan sesuatu ke telinga anak dan bertanya, apa anak itu mengerti dengan mengulang kalimat yang dibisikkan itu. Kemudian sebaliknya anak membisikkan satu kalimat kepada guru dan bertanya apa yang baru saja dia bisikkan.

5. Permainan Akustik (Membuat Suara-Suara)
Berbagai macam alat yang mengeluarkan bunyi-bunyian yang berbeda diberikan kepada sekelompok kecil anak yang terdiri dari 4-6 anak. Pastikan bahwa setiap anak mendapatkan instrument yang berbeda, misalnya gendang, rebana, bel, satu ikatan kunci-kunci, klakson mobil, satu ikatan kaleng-kaleng bekas, tutup panci dengan sendoknya dll. Kemudian masing-masing anak mencoba sendiri suara-suara apa saja yang bisa diperdengarkan dengan memainkan alat yang dipegangnya itu dan kemudian alat itu ditukar dengan alat yang dipegang temannya dan dicoba membuat nada-nada dengan alat musik yang dipegangnya tsb, demikian seterusnya sampai mereka mencoba semua alat yang ada dan bereksperimen membuat nada-nada.

* Variasi Permainan:
Dengan aba-aba yang diberikan guru semua anak bersama-sama mencoba memainkan alat yang dipegangnya dan mengusahakan untuk membuat bunyi-bunyian berirama membentuk satu konser. Pantun-pantun dan lagu-lagu pendek dapat pula diajarkan untuk dinyanyikan dengan iringan musik dan instrument mereka. Cobalah terus berulang-ulang dalam beberapa minggu sampai satu waktu bisa menjadi satu konser sungguhan.

* Materi/Alat Permainan:
Semua instrument yang mengeluarkan buny-bunyian seperti gendang, rebana, xylophon, segitiga pengaman, bel, satu bundel kunci-kunci, kincringan, klakson mobil, kaleng-kaleng kosong, tutup panci dll.
• Keterangan Mengenai Metode Pengajaran:

Untuk mencoba alat-alat yang ada sampai bisa membentuk irama tertentu, anak-anak memerlukan beberapa hari dan ini harus dijadwalkan dalam susunan pelajaran harian.Barulah sesudah anak-anak menguasai alat tsb dengan baik variasi permainan dengan membentuk konser dengan membawakan lagu tertentu dapat dilaksanakan. Dalam hal ini peran guru dalam membimbing anak sangat penting.
6. Menebak Bunyi-Bunyian
Bunyi-bunyian atau suara-suara yang sebelumnya telah diperkenalkan kepada anak-anak akan dimainkan oleh guru dibelakang punggungnya atau dibalik gorden. Anak-anak harus menebak nama alat yang dibunyikan tsb. Atau bisa juga mata anak ditutup dengan sehelai kain dan satu alat musik dimainkan, kemudian dia menebak alat apa itu.
* Variasi Permainan:
1. Satu anak bersembunyi dan memperdengarkan bunyi dari alat musik tertentu yang dipegangnya dan anak lain menebaknya.
2. Jam weker disembunyikan di bawah bantal dan anak-anak mencari asal suaranya.
* Materi/Alat Permainan:
Semua alat yang bisa mengeluarkan bunyi-bunyian seperti pada permainan sebelumnya dan sapu tangan.
* Keterangan Mengenai Metode Pengajaran:
Instrument seperti misalnya gendang dapat dibunyikan untuk digunakan sebagai daya tarik anak, mengajak mereka bermain di ruang terbuka atau memotivasi mereka untuk melompati rintangan-rintangan yang dipasang misalnya.


7. Bermain: Dimana Rumahku?
Setiap anak berdiri di dalam rumahnya masing-masing, di tengah sebuah ban bekas, atau ditengah tali berwarna yang membentuk lingkaran atau di tengah hola-hop. Dengan mengikuti suara gendang atau rebana yang dimainkan guru atau suara kaset anak-anak mulai keluar dari rumahnya itu dan berlarian mengelilingi ruangan. Melalui aba-aba dari guru atau pada waktu musik distop, anak-anak mencari rumahnya dan duduk kembali di tengah-tengah rumahnya masing-masing. Anak-anak harus benar-benar mengenali rumahnya , apakah melalui warna atau bentuknya. Untuk memudahkan pengenalan rumahnya kembali, anak bisa meletakkan barang kesayangannya seperti boneka, dompet dll di rumahnya itu.

* Variasi Permainan:
- Berkunjung ke rumah teman: Bermain peran dengan mengetahui cara-cara berkunjung ke rumah teman.
* Materi/Alat Permainan:Ban bekas, tali berwarna, hola hop.
Permainan-permainan tsb diatas tidak hanya digunakan dalam menterapi anak-anak ADD/ADHD saja, tetapi juga dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan konsentrasi anak pada umumnya dan mengarahkan perhatian anak pada satu tugas tertentu melalui bermain dengan suara-suara atau bunyi-bunyian.
Sumber : http://www.pestalozzi-indonesia.com/content/view/27/2/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar